Analisis Faktor Risiko Penggunaan Kelambu, Penggunaan Obat Anti Nyamuk, Kebiasaan Keluar Rumah dan Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk Terhadap Kejadian Malaria di Indonesia Meta Analysis Tahun 2012-2022

Ramadhan, Gaung Eka (2024) Analisis Faktor Risiko Penggunaan Kelambu, Penggunaan Obat Anti Nyamuk, Kebiasaan Keluar Rumah dan Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk Terhadap Kejadian Malaria di Indonesia Meta Analysis Tahun 2012-2022. Jurnal Kesehatan, 13 (2). ISSN E-ISSN 2614-5375

[thumbnail of Artikel Jurnal (2).pdf] Text
Artikel Jurnal (2).pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dengan gejala pertama yaitu demam, sakit kepala dan kedinginan, biasanya muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk yang infektif dan mungkin ringan dan sulit dikenali sebagai malaria. Parasit Plasmodium, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ada 5 spesies parasit yang menyebabkan malaria pada manusia, 2 dari spesies ini adalah P. falciparum dan P. vivax – merupakan ancaman terbesar. P. falciparum adalah parasit malaria paling mematikan dan paling banyak ditemukan di benua Afrika sedangkan P. vivax adalah parasit malaria yang dominan di sebagian besar negara di luar sub-Sahara Afrika. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko pengaruh penggunaan kelambu, penggunaan obat anti nyamuk, kebiasaan keluar rumah dan keberadaan tempat perindukan nyamuk terhadap kejadian malarian di Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan meta-analisis yaitu suatu metode statistik yang menggabungkan Nadhifah Qatrunnada Ramadhani1* Analisis Faktor Risiko Penggunaan Kelambu, Penggunaan Obat Anti Nyamuk beberapa dari hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai effect size atau ringkasan dengan menggunakan software JASP version 0.16.4. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Google Scholar kemudian dilakukan pemilahan sesuai dengan kriteria inklusi eksklusi dan diperoleh 14 artikel penelitian. Hasil data sekunder dari metode meta-analisis didapat bahwa orang yang tidak menggunakan kelambu memiliki risiko 2,013 lebih besar, variabel penggunaan obat anti nyamuk dengan tidak menggunakan obat antinyamuk memilki risiko 2,915 kali lebih besar, variabel kebiasaan keluar rumah memiliki risiko 2,886 kali lebih besar, dan variabel keberadaan tempat perindukan memiliki risiko 3,560 kali lebih besar mengalami kejadian malaria di Indonesia. Kesimpulan dari hasil meta-analisis yang memiliki tingkat risiko paling besar terhadap kejadian malaria di Indonesia adalah variabel keberadaan tempat perindukan nyamuk, penggunaan obat anti nyamuk, kebiasaan keluar rumah dan terendah yaitu variabel penggunaan kelambu. Upaya pengendalian terhadap risiko terjadinya kejadiaan malaria di Indonesia adalah melakukan penggunaan kelambu saat tidur, menggunakan obat anti nyamuk, mengurangi aktifitas di luar rumah pada malam hari dan membersihkan tempat perindukan nyamuk yang ada di sekitar rumah.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: kelambu; obat anti nyamuk; kebiasaan keluar rumah; tempat perindukan dan malaria
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Nopita Herlina STIKes Pertamedika
Date Deposited: 03 Oct 2025 04:35
Last Modified: 03 Oct 2025 04:35
URI: https://repository.stikes-pertamedika.ac.id/id/eprint/488

Actions (login required)

View Item
View Item