PENERAPAN INHALASI SEDERHANA MENGGUNAKAN MINYAK KAYU PUTIH UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA N.Y E KHUSUSNYA N.Y E DENGAN ISPA DI RT.03/RW.04 KELURAHAN PONDOK KАCANG TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN

Farqan ahda putra, Farqan ahda putra (2024) PENERAPAN INHALASI SEDERHANA MENGGUNAKAN MINYAK KAYU PUTIH UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DALAM ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA N.Y E KHUSUSNYA N.Y E DENGAN ISPA DI RT.03/RW.04 KELURAHAN PONDOK KАCANG TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN. KTI thesis, STIKes Pertamedika.

[thumbnail of revisi_kti_farqan ahda putra(2) (1).pdf] Text
revisi_kti_farqan ahda putra(2) (1).pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract

Infeksi saluran akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan alveoli, dengan gejala batuk, pilek, dan demam. Masalah yang sering terjadi pada penderita Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah bersihan jalan jalan napas tidak efektif akibat penyakit ispa yang tidak ditangani dengan baik adalah bersihan jalan napas tidak efektif, salah satu terapinon farmalogi untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif dengan terapi inhalasi sederhana menggunakan minyak kayu putih. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif dan studi kasus. Dalam metode deskriptif pada Karya Tulis Ilmiah ini pendekatan yang dilakukan adalah studi kasus dengan menggunakan proses keperawatan pada Ny.E tindakan yang dilakukan adalah Inhalasi menggunakan minyak kayu putih dalam asuhan keperawatan keluarga pada pasien Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Inhalasi uap minyak kayu putih efektif meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien ISPA.dengan hasil Sebelum inhalasi: Rata-rata frekuensi pernapasan 24 kali/menit. Rata-rata suara napas tambahan ronchi dan wheezing. Rata-rata skor bersihan jalan napas 1,4 (tidak efektif). Setelah inhalasi: Rata-rata frekuensi pernapasan 20 kali/menit (menurun 17%). Suara napas tambahan berkurang. Rata-rata skor bersihan jalan napas 2,0 (efektif). Sesuai dengan masalah kesehatan yang dialami klien, dimana diagnosa yang pertama yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif, peneliti menyusun intervensi sebagai berikut: monitor sputum, ajarkan Inhalasi menggunakan minyak kayu putih. hipertermi peneliti menyusun intervensi sebagai berikut: monitor suhu tubuh, anjurkan keluarga untuk mengompres saat demam, anjurkan minum obat secara rutin kesiapan peningkatan proses keluarga berikan penyuluhan tugas keluarga dalam mendidik.

Item Type: Thesis (KTI)
Additional Information: Pembimbing : Ns. Elly Junalia, S.Kep.M.Kep
Uncontrolled Keywords: ISPA, Bersihan jalan napas tidak efektif, inhalasi sederhana menggunakan minyak kayu putih
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Nopita Herlina STIKes Pertamedika
Date Deposited: 13 May 2026 03:01
Last Modified: 13 May 2026 03:01
URI: https://repository.stikes-pertamedika.ac.id/id/eprint/1249

Actions (login required)

View Item
View Item